Guratan Mahakarya Alam di Tatar Pasundan
Nomor 1 terluas di Jawa Barat (~11% luas provinsi) & terluas ke-2 di Pulau Jawa.
Garis pantai samudra eksotis menghadap langsung Samudra Hindia.
Rentang elevasi ekstrem: dari pesisir pantai tropis hingga kawah Gunung Gede.
Ciletuh-Palabuhanratu diakui secara internasional sebagai situs warisan dunia.
Sukabumi adalah sebuah simfoni alam yang membentang dari megahnya lereng Gunung Gede Pangrango di utara hingga eksotisme ombak Samudra Hindia di selatan. Nama "Sukabumi" diperkenalkan pada era kolonial sekitar tahun 1815 oleh Dr. Andries de Wilde, yang terinspirasi dari kata bahasa Sunda "Suka-Bumen" — sebuah kawasan yang begitu menyenangkan dan disukai oleh manusia untuk menetap berdiam diri.
Dengan luas mencapai 4.145 km², Kabupaten Sukabumi berdiri kokoh sebagai kabupaten terluas di seantero Provinsi Jawa Barat (dan terluas kedua di Pulau Jawa). Keanekaragaman mikroklimatnya menyajikan udara pegunungan yang menusuk dingin di utara, perkebunan teh yang menghampar hijau di ketinggian, ngarai sungai berarus deras di bagian tengah, hingga semilir angin pantai tropis di garis pesisir selatan.
Destinasi peristirahatan favorit sejak era kolonial untuk melarikan diri dari hiruk-pikuk perkotaan.
Satu-satunya daerah di Jawa Barat yang merangkum seluruh elemen bentang alam bumi ke dalam satu kesatuan harmoni: Gunung, Rimba, Laut, Pantai, dan Sungai/Seni-Budaya.
Megahnya Puncak Gede (2.958 mdpl) dan Pangrango (3.019 mdpl), lembah Alun-Alun Surya Kencana, serta jalur pendakian legendaris berudara dingin menusuk.
Hutan hujan tropis Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) yang lebat, habitat flora langka, owa jawa, elang jawa, dan ratusan sumber mata air jernih.
Keluasan Samudra Hindia yang kaya potensi maritim, berpadu dengan ketenangan air danau vulkanik Situ Gunung yang memantulkan rimbunnya dedaunan hutan.
Lebih dari 117 km pantai eksotis: pasir putih Ujung Genteng, tebing karang Karang Hawu, hingga gulungan ombak Cimaja yang diakui peselancar internasional.
Aliran jeram arung jeram kelas dunia di Sungai Citarik & Cicatih, berpadu dengan kearifan budaya masyarakat adat Kasepuhan dan keramahan Pasundan.
Terbentuk dari tumbukan lempeng tektonik samudera dan benua puluhan juta tahun silam, menghasilkan amfiteater alam raksasa berbentuk tapal kuda yang menghadap langsung ke lautan lepas.
Menyimpan batuan tertua di Pulau Jawa berupa formasi batuan dasar samudera (*melange complex*) berumur lebih dari 65 juta tahun yang tersingkap megah di permukaan tanah.
Habitat suaka konservasi penyu hijau di Pangumbahan, hutan tropis lebat, serta jajaran air terjun megah bertingkat seperti Curug Cimarinjung, Curug Cikaso, dan Curug Sodong.
Keterpaduan antara pelestarian alam dan kearifan masyarakat adat Kasepuhan yang menjunjung tinggi hukum adat dalam menjaga hutan larangan dan ketahanan pangan padi leluhur.
Karena wilayahnya yang sangat luas, destinasi Sukabumi terbagi ke dalam 3 koridor wisata utama dengan karakteristik bentang alam dan sensasi liburan yang berbeda.
Kawasan berhawa dingin sejuk di lereng Gunung Gede Pangrango. Pusat rekreasi keluarga, jembatan gantung terpanjang di Asia Tenggara (Suspension Bridge), perkemahan mewah (glamping), dan agrowisata sayur-teh.
Jalur petualangan pemacu adrenalin. Menghubungkan daerah Cikidang, Cibadak, hingga Warungkiara. Terkenal dengan aliran sungai deras Citarik-Cicatih berstandar internasional dan gua purba karst.
Bentang Samudra Hindia dan teluk Palabuhanratu. Surga geologi purba UNESCO Geopark Ciletuh, hamparan pasir putih penyu bertelur di Ujung Genteng, serta titik selancar kelas dunia Cimaja.
Menyimpan gabah padi di ribuan lumbung komunal yang tahan hingga puluhan tahun.
Stasiun kereta api bersejarah dan Terowongan Lampegan yang legendaris.
Sukabumi bukan sekadar bentang alam yang elok, melainkan rumah bagi masyarakat adat yang hidup berdampingan secara harmonis dengan ekosistemnya. Di kawasan pegunungan Halimun Selatan berdiam Kasepuhan Adat Banten Kidul (seperti Kasepuhan Ciptagelar dan Sinar Resmi).
Mereka memegang teguh filosofi bertani padi organik tanpa pupuk kimia, menolak memperjualbelikan beras hasil bumi, dan menyimpannya di ribuan leuit (lumbung padi komunal). Tradisi tahunan Seren Taun menjadi pesta rasa syukur agung yang merekatkan persaudaraan dan pelestarian benih padi pusaka Nusantara.
Setiap musim di Sukabumi memberikan keajaiban yang berbeda. Rencanakan perjalananmu sesuai aktivitas wisata yang ingin dinikmati.
Waktu paling ideal untuk pendakian Gunung Gede Pangrango, berkemah di tepi danau Situ Gunung, serta menikmati matahari terbenam tanpa terganggu hujan lebat.
Tinggi ombak di Teluk Cimaja dan Palabuhanratu mencapai titik puncaknya, menarik perhatian peselancar mancanegara dalam event kejuaraan selancar nasional.
Kelezatan Mochi Lampion khas Kaswari, hidangan bubur ayam Sukabumi berkuah kuning, seafood segar Palabuhanratu, dan kafe kopi lokal selalu siap memanjakan lidah kapan pun kamu berkunjung.
Setiap sudut Sukabumi menyuguhkan cerita dan kenangan yang tak terlupakan.
Pantai Cimaja diakui liga peselancar profesional internasional.
Mochi kenyal legendaris, bubur ayam, hingga hidangan seafood pesisir.
Air terjun megah di balik keasrian rimba pegunungan tropis.
Temukan rekomendasi destinasi wisata terbaik, tips liburan, panduan rute, hingga pusat informasi terpadu.