Visit Sukabumi

Masuk untuk akses penuh

Masuk

© 2026 Visit Sukabumi

Kasepuhan Sirnaresmi

Belum Diklaim · Klaim Tempat
Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Indonesia., Kec. Cisolok

Tentang Kasepuhan Sirnaresmi

Kasepuhan Sirnaresmi merupakan salah satu kampung adat yang berada di Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Kasepuhan ini dikenal sebagai salah satu pusat kehidupan masyarakat adat Sunda yang masih mempertahankan tradisi, tata kehidupan, kesenian, serta hubungan harmonis dengan alam.
Salah satu daya tarik utama Kasepuhan Sirnaresmi adalah kehidupan masyarakat adat yang masih berjalan berdasarkan nilai-nilai leluhur. Tradisi pertanian, khususnya dalam pengelolaan padi, memiliki kedudukan penting dalam kehidupan masyarakat. Berbagai kegiatan adat dan ritual dilaksanakan sebagai bentuk penghormatan terhadap alam, leluhur, serta ungkapan rasa syukur atas hasil bumi

Ulasan

4.5
Luar Biasa
83 ulasan
Luar Biasa
50
Bagus
28
Biasa
3
Buruk
1
Sangat Buruk
1

Ringkasan ulasan

Ringkasan ini dirangkum oleh AI berdasarkan ulasan wisatawan terbaru.

Didukung oleh AI

Visit Sukabumi menghadirkan suasana menarik dan menyegarkan yang digambarkan oleh banyak wisatawan sebagai pengalaman memukau dan berkesan mendalam, menyempurnakan liburan Anda. Mayoritas pengunjung menilai pemandu lokal sangat ramah, sigap, dan penuh perhatian.

Destinasi alam mendapatkan banyak apresiasi positif berkat keasriannya yang terjaga dan panorama alami yang menakjubkan, dengan catatan kecil agar pengunjung memperhatikan perkiraan cuaca.

Suasana
Menyegarkan
Pelayanan
Ramah & Sigap
Waktu tunggu
Fleksibel
Kualitas
Sangat Sepadan

Semua ulasan ()

Ulasan merupakan opini subjektif dari wisatawan anggota komunitas Visit Sukabumi. Kami melakukan verifikasi untuk memastikan ulasan tetap informatif dan terpercaya.

Sering disebut


Destinasi serupa di Wisata Budaya

Kasepuhan Ciptamulya
Lihat detail Kasepuhan Ciptamulya Top Rated
0.0 (0)

Kasepuhan Ciptamulya

Kasepuhan Ciptamulya merupakan salah satu komunitas masyarakat adat Sunda yang berada di kawasan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Kasepuhan ini menjadi bagian dari kekayaan budaya masyarakat adat yang masih mempertahankan tradisi leluhur, tata kehidupan masyarakat, serta kearifan lokal dalam menjaga hubungan antara manusia dan alam. Tradisi dan Kearifan Lokal Kehidupan masyarakat Kasepuhan Ciptamulya sangat erat dengan tradisi pertanian dan penghormatan terhadap alam. Padi tidak hanya dipandang sebagai komoditas pertanian, tetapi juga memiliki nilai budaya dan spiritual dalam kehidupan masyarakat. Berbagai kegiatan adat berkaitan dengan siklus pertanian dan kehidupan sosial masyarakat masih dipelihara secara turun-temurun.

Kasepuhan Ciptagelar
Lihat detail Kasepuhan Ciptagelar Staff Pick
0.0 (0)

Kasepuhan Ciptagelar

Kasepuhan Ciptagelar merupakan salah satu kampung adat Sunda yang paling dikenal di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Kampung adat ini berada di kawasan pegunungan dan menjadi salah satu tujuan wisata budaya yang menarik karena masyarakatnya masih mempertahankan berbagai tradisi leluhur, tata kehidupan adat, serta kearifan lokal dalam menjaga alam. Kasepuhan Ciptagelar berada di Kampung Gede Ciptagelar, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi. Kawasannya dikelilingi bentang alam perbukitan dan hutan, sehingga perjalanan menuju lokasi juga menawarkan pengalaman menikmati suasana pedesaan dan alam Sukabumi. Berkunjung ke Kasepuhan Ciptagelar memberikan pengalaman yang berbeda dari wisata pada umumnya. Wisatawan dapat menikmati panorama pegunungan, suasana kampung adat, tradisi masyarakat, kesenian, kehidupan pertanian, serta berbagai bentuk kearifan lokal.

Museum Megalodon
Lihat detail Museum Megalodon Staff Pick
0.0 (0)

Museum Megalodon

Museum Megalodon (atau Museum Sri Asih Pakidulan) adalah museum purbakala pertama di Indonesia yang khusus mendokumentasikan jejak hiu raksasa purba Megalodon. Terletak di samping Balai Desa Gunungsungging, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, museum ini menjadi bagian penting dari kawasan Ciletuh-Palabuhanratu UNESCO Global Geopark. Perjalanan menuju museum dari Kota Sukabumi memakan waktu sekitar 4 jam melalui rute Palabuhanratu – Kiaradua – Jampangkulon. Di dalam bangunan berukuran 6 x 8 meter ini, tersimpan lebih dari 500 fosil purba yang ditemukan warga setempat di gua-gua dan lahan pertanian sekitar Pajampangan. Koleksinya meliputi gigi hiu Megalodon, tulang paus purba, moluska kuno, hingga ambergris (muntahan paus). Berbagai penemuan fosil tersebut menjadi bukti ilmiah kuat bahwa wilayah daratan dan perbukitan Gunung Sungging dulunya merupakan dasar lautan purba jutaan tahun lalu. Museum ini resmi berdiri pada 19 Februari 2021 atas swadaya masyarakat lokal bersama pemerintah desa, serta dibina langsung oleh Museum Geologi Bandung.

Museum Palagan
Lihat detail Museum Palagan Special offer
0.0 (0)

Museum Palagan

Museum Palagan Perjuangan 1945 Bojongkokosan adalah destinasi wisata sejarah yang berlokasi di Jalan Siliwangi No. 75, Desa Bojongkokosan, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Berdiri di atas lahan seluas 2,5 hektar, museum yang diresmikan pada 13 November 1992 ini dibangun untuk mengenang peristiwa heroik Bojongkokosan, yaitu penghadangan konvoi tentara Sekutu (Inggris) dan NICA oleh para pejuang Indonesia pada periode Desember 1945 hingga Maret 1946. Pertempuran sengit di jalur ini bahkan memicu pengeboman besar-besaran oleh pesawat Angkatan Udara Inggris (RAF) di wilayah Cibadak dan menjadi salah satu rangkaian peristiwa penting yang melatari tragedi Bandung Lautan Api. Saat memasuki area dalam museum, pengunjung disuguhi edukasi sejarah visual melalui 7 buah minirama (diorama) yang menggambarkan kronologi pertempuran dari awal perencanaan strategi hingga momen pemakaman para pahlawan. Selain diorama, museum ini menyimpan berbagai koleksi artefak perang asli seperti senapan laras panjang Lee-Enfield, helm militer, pas foto para pejuang, serta tiruan kendaraan lapis baja dan puing pesawat Sekutu yang berhasil dijatuhkan. Tidak hanya berfungsi sebagai tempat studi sejarah, kompleks luar ruangan museum ini juga dirancang sebagai ruang publik yang nyaman dengan fasilitas monumen utama, area perkemahan (camping ground), panggung budaya, dan taman bermain. Area outdoor ini terbuka gratis untuk umum setiap hari, sementara gedung koleksi museum dapat dikunjungi pada hari kerja (Senin sampai Jumat) tanpa dipungut biaya masuk.

Harga per orang

Gratis

Apakah Anda pengelola destinasi ini?

Klaim kepemilikan Kasepuhan Sirnaresmi untuk memperbarui informasi, jam operasional, dan merespons ulasan pengunjung secara resmi.

Login untuk Klaim