Curug, hutan, gunung, sungai, dan keajaiban alam Sukabumi yang memukau — siap memanjakan mata dan jiwa petualang.
18 tempat ditemukan.
Pondok Halimun Sukabumi merupakan objek wisata alam legendaris yang terletak di kaki Gunung Gede Pangrango, tepatnya di perbatasan Desa Perbawati dan Sudajaya Girang, sekitar 11–12 kilometer ke arah utara dari pusat Kota Sukabumi melewati jalur Selabintana. Berada di ketinggian dengan suasana pegunungan yang asri dan udara sejuk, destinasi favorit ini menawarkan beragam aktivitas luar ruangan yang memikat, mulai dari berkemah di area hutan pinus yang luas, piknik santai di tepi aliran sungai jernih berbatu, hingga trekking menyusuri hamparan hijau kebun teh yang estetik. Meski jalur menuju lokasi cenderung sempit dan menuntut kehati-hatian bagi pengendara mobil, tempat ini tetap sangat populer dan terjangkau karena harga tiket masuk dasarnya yang ekonomis.
Bukit Panenjoan Ciletuh adalah salah satu spot pandang (viewpoint) terbaik sekaligus pintu gerbang utama untuk menikmati kemegahan Geopark Ciletuh Palabuhanratu di Sukabumi, Jawa Barat. Nama "Panenjoan" sendiri berasal dari kata dalam bahasa Sunda yang berarti tempat untuk melihat. Dari titik ketinggian ini, pengunjung akan disuguhi panorama spektakuler berupa amfiteater alami raksasa berbentuk tapal kuda dengan diameter mencapai 15 kilometer—menjadikannya salah satu yang terbesar di Indonesia. Lanskap megah ini merangkum perpaduan sempurna dari tebing-tebing batu yang tinggi, hamparan hijau persawahan, lembah perbukitan, hingga batas cakrawala Samudra Hindia di kejauhan. Terletak strategis di pinggir jalan raya Desa Tamanjaya, Kecamatan Ciemas, lokasi ini sangat mudah diakses baik menggunakan sepeda motor maupun mobil, lengkap dengan area parkir yang luas tepat di depan dek observasi. Sebagai pusat wisata, kawasan ini terus dikembangkan dengan fasilitas plaza amfiteater terbuka untuk pertunjukan seni budaya, serta dikelilingi oleh warung kuliner lokal, pusat informasi wisata (PAPSI), dan penginapan seperti homestay hingga lodge dengan pemandangan langsung ke jurang hijau. Keindahan alamnya yang utuh membuat Panenjoan menjadi spot favorit bagi para fotografer, pemburu matahari terbit dan terbenam, serta wisatawan yang ingin merasakan ketenangan di tengah bentang alam bumi yang purba.
Situ Gunung Suspension Bridge merupakan salah satu ikon wisata alam Kabupaten Sukabumi yang berada di kawasan Taman Wisata Alam Situ Gunung, bagian dari Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Jembatan ini membentang di tengah hutan hujan pegunungan sepanjang sekitar 243 meter, lebar 1,8 meter, dan berada sekitar 121 meter di atas permukaan tanah, sehingga menawarkan pengalaman berjalan di atas kanopi hutan dengan panorama pegunungan yang sangat khas. Jembatan ini juga menjadi jalur wisata menuju Curug Sawer serta terintegrasi dengan kawasan Danau Situ Gunung.
Keranjang Sultan menawarkan cara berbeda untuk menikmati keindahan alam Situ Gunung. Wahana ini membawa pengunjung melintasi area hutan dan aliran sungai dari ketinggian dengan menggunakan kursi gantung berbentuk keranjang yang bergerak di atas kabel baja. Sepanjang perjalanan, pengunjung dapat menikmati suasana hutan yang sejuk, pepohonan yang rimbun, serta pemandangan lembah dari sudut yang tidak biasa. Sensasi berada di atas ketinggian membuat wahana ini cukup menantang, tetapi tetap dapat dinikmati sebagai bagian dari pengalaman wisata alam di Situ Gunung. Lokasinya yang berada dalam satu kawasan dengan Jembatan Gantung Situ Gunung dan Curug Sawer membuat Keranjang Sultan cocok dimasukkan dalam satu rangkaian perjalanan. Bagi pengunjung yang ingin mendapatkan pengalaman lebih dari sekadar trekking dan menikmati panorama, wahana ini menjadi salah satu aktivitas menarik untuk dicoba saat berkunjung ke Situ Gunung.
Jembatan Merah merupakan salah satu jembatan gantung yang berada di tengah kawasan hutan Situ Gunung. Warna merah yang mendominasi konstruksinya membuat jembatan ini mudah dikenali dan menjadi salah satu spot foto menarik di sepanjang perjalanan wisata. Berbeda dengan Suspension Bridge utama, suasana Jembatan Merah terasa lebih menyatu dengan jalur trekking dan pepohonan di sekitarnya. Jembatan ini terutama berfungsi sebagai bagian dari jalur kepulangan pengunjung setelah menjelajahi Curug Sawer dan sejumlah atraksi Situ Gunung. Publikasi resmi Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango mencatat panjang Jembatan Merah sekitar 196 meter.
Curug Lembah Purba merupakan salah satu destinasi wisata alam yang berada di kawasan Situ Gunung, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi. Berada di tengah kawasan hutan yang masih hijau dan alami, Curug Lembah Purba menawarkan pengalaman wisata yang bukan hanya tentang menikmati air terjun, tetapi juga tentang petualangan menyusuri alam pegunungan Sukabumi. Untuk mencapai kawasan air terjun, wisatawan akan melewati jalur trekking dengan suasana hutan yang rimbun. Pepohonan besar, udara yang sejuk, suara burung, serta aliran sungai yang terdengar di sepanjang perjalanan membuat pengalaman menuju Curug Lembah Purba terasa seperti menjelajahi kawasan alam yang masih tersembunyi.