Sukabumi - Pantai Minajaya, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, tak hanya menjadi tujuan menikmati pesona pesisir selatan. Kawasan wisata tersebut turut menjadi panggung pelestarian budaya melalui Festival Pencak Silat Pantai Minajaya Cup I yang digelar Sabtu, 26 September 2026.

Festival yang diikuti sekitar 300 pesilat dari berbagai paguron dan perwakilan IPSI kecamatan se-Kabupaten Sukabumi itu dibuka oleh Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Dr. Drs. H. Ali Iskandar, yang hadir mewakili Bupati Sukabumi H. Asep Japar.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Dr. Drs. H. Ali Iskandar, mendorong agar pencak silat tidak hanya dipandang sebagai olahraga bela diri, tetapi juga dapat menjadi bagian dari potensi wisata budaya Kabupaten Sukabumi.

Hal tersebut disampaikan Ali Iskandar saat membuka Festival Pencak Silat Pantai Minajaya Cup I di kawasan Pantai Minajaya, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (26/9/2026).

Sponsor Pilihan
Jelajah Sukabumi Interaktif

Bagi Ali Iskandar, pencak silat memiliki nilai yang jauh lebih luas daripada sekadar kemampuan bela diri. Di dalamnya terdapat nilai pembentukan karakter, budaya, sekaligus identitas masyarakat.

“Seorang pendekar harus memiliki lima sifat: raganya kuat, otaknya cerdas, hatinya bersih, cipta dan karsanya terus terbangun, sehingga mewujudkan manusia yang berharga,” kata Ali, sebagaimana diberitakan Matanusa.

Dilansir dari laman berita Matanusa, festival tersebut diikuti sekitar 300 peserta yang berasal dari berbagai paguron serta perwakilan IPSI tingkat kecamatan se-Kabupaten Sukabumi. Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan pelantikan 10 pengurus IPSI kecamatan masa bakti 2026–2030.

Pelaksanaan festival di kawasan Pantai Minajaya menghadirkan perpaduan menarik antara wisata alam dan kekayaan budaya lokal. Pantai menjadi latar kegiatan, sementara pencak silat menjadi atraksi yang memperlihatkan salah satu warisan budaya masyarakat Sukabumi. Pertemuan keduanya membuka ruang bagi pengembangan kegiatan wisata yang tidak hanya bertumpu pada panorama alam, tetapi juga pada aktivitas dan budaya masyarakat.

Bagi sektor pariwisata, kegiatan semacam ini dapat menjadi bagian dari upaya memperkenalkan destinasi melalui pengalaman yang lebih beragam. Wisatawan tidak hanya datang untuk melihat pantai, tetapi juga berkesempatan menyaksikan aktivitas budaya yang tumbuh di tengah masyarakat.

Ketua Panitia Pelaksana Lokal, H. Rimbayana, menyebut sekitar 300 peserta mengikuti Festival Pencak Silat Pantai Minajaya Cup I. Para peserta merupakan utusan dari berbagai paguron serta perwakilan IPSI tingkat kecamatan di Kabupaten Sukabumi.

Menurut Rimbayana, festival tersebut tidak semata-mata diarahkan sebagai kompetisi. Kegiatan juga menjadi ruang silaturahmi sekaligus kesempatan bagi para pesilat untuk mengembangkan kemampuan mereka. Kehadiran ratusan pesilat sekaligus memperlihatkan besarnya ekosistem pencak silat di Kabupaten Sukabumi, khususnya dalam pembinaan generasi muda.

Festival Pencak Silat Pantai Minajaya Cup I pada akhirnya tidak hanya berbicara mengenai pertandingan. Ada upaya mempertemukan olahraga, seni, budaya, generasi muda, dan destinasi wisata dalam satu kegiatan. Pantai Minajaya pun tidak hanya hadir sebagai lanskap pesisir, tetapi juga sebagai ruang bagi masyarakat untuk menunjukkan identitas budayanya.