Kopi Sukabumi menjadi salah satu hasil perkebunan lokal yang menarik untuk dikenal. Tumbuh di berbagai wilayah Kabupaten Sukabumi, kopi dibudidayakan oleh petani lokal dengan kondisi alam yang mendukung. Dari kebun hingga secangkir kopi, terdapat proses panjang yang melibatkan perawatan tanaman, pemetikan buah, pengolahan pascapanen, hingga penyeduhan.
Selain memiliki perkebunan kopi, Sukabumi juga memiliki sejarah panjang mengenai komoditas kopi. Catatan Pemerintah Kota Sukabumi menyebut bahwa pada awal abad ke-19, kopi menjadi salah satu hasil utama di wilayah tersebut sebelum kemudian tanaman teh berkembang dan menggantikan sebagian peran kopi.
Kopi Sukabumi dan Perkebunan
Sukabumi memiliki kondisi alam yang mendukung budidaya tanaman kopi. Kawasan pegunungan dan dataran tinggi menjadi salah satu lingkungan yang dimanfaatkan masyarakat untuk mengembangkan perkebunan kopi.
Salah satu contohnya berada di Kecamatan Purabaya. Pada Februari 2026, kegiatan panen kopi dilakukan bersama Kelompok Tani Mekar Jaya di Desa Margaluyu. Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi menyebut Purabaya sebagai salah satu sentra yang memiliki kondisi agroklimat yang mendukung pertumbuhan kopi.
Perkembangan kopi di Sukabumi juga melibatkan berbagai kelompok tani di sejumlah wilayah. Program pengembangan kopi Arabika, misalnya, telah menyasar petani di beberapa desa di Kabupaten Sukabumi.
Sejarah Kopi di Sukabumi
Kopi bukan komoditas baru bagi masyarakat Sukabumi. Dalam catatan yang diterbitkan Pemerintah Kota Sukabumi, pada akhir 1813 ketika pemerintahan Inggris di Jawa berlangsung, Andries de Wilde tercatat sebagai administrator Perkebunan Gunung Parang. Pada masa tersebut, kopi disebut sebagai salah satu penghasilan utama di wilayah tersebut sebelum tanaman teh berkembang.
Sejarah tersebut menunjukkan bahwa tanaman kopi telah menjadi bagian dari perjalanan perkebunan Sukabumi sejak masa lalu.
Kini, kopi kembali mendapatkan perhatian melalui pengembangan perkebunan rakyat, peningkatan kualitas budidaya, serta pengolahan pascapanen.
Jenis Kopi yang Dikembangkan di Sukabumi
Secara umum, Arabika dan Robusta menjadi dua jenis kopi yang dibudidayakan di Sukabumi. Karakter kopi yang dihasilkan dapat berbeda-beda tergantung varietas, lokasi kebun, ketinggian, kondisi lingkungan, serta proses pascapanen.
Kopi Arabika banyak dikembangkan di kawasan dengan kondisi dataran tinggi yang sesuai untuk pertumbuhannya.
Pemerintah melalui BRMP Perkebunan juga telah mendukung pengembangan kopi Arabika di Kabupaten Sukabumi. Pada 2023, sebanyak 120 ribu polibag benih kopi Arabika varietas Sigararutang diserahkan kepada petani Kabupaten Sukabumi.
Pada Januari 2024, sebanyak 65 ribu batang benih kopi Arabika terstandar kembali didistribusikan melalui Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi untuk sejumlah kelompok tani.
Hal tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan budidaya dan produktivitas kopi Arabika di wilayah Sukabumi
Selain Arabika, kopi Robusta juga dikembangkan oleh petani di beberapa wilayah Kabupaten Sukabumi.
Karakter rasa kopi Robusta umumnya berbeda dengan Arabika. Namun, cita rasa akhir kopi tidak hanya ditentukan oleh jenis tanaman. Lokasi kebun, tingkat kematangan buah, metode pengolahan, proses pengeringan, pemanggangan, dan metode seduh juga dapat memengaruhi rasa yang dihasilkan.
Menikmati Kopi dari Petani Lokal Sukabumi
Menikmati kopi lokal bukan hanya tentang rasa yang berada di dalam cangkir. Ada cerita panjang di baliknya, mulai dari petani yang merawat tanaman, proses pemetikan, pengolahan buah, hingga produk yang akhirnya dapat dinikmati oleh konsumen.
Dukungan terhadap kopi lokal juga dapat menjadi salah satu cara untuk mengenal hasil perkebunan Sukabumi sekaligus memperkenalkan produk daerah kepada masyarakat yang lebih luas.
Kabupaten Sukabumi sendiri terus mendapatkan dukungan dalam pengembangan kopi. Selain pendistribusian benih, terdapat pula pendampingan budidaya dan penguatan kualitas hasil perkebunan.
Kopi Sukabumi sebagai Bagian dari Potensi Wisata
Bagi wisatawan, pengalaman mengenal kopi dapat menjadi bagian menarik dari perjalanan di Sukabumi.
Tidak hanya mengunjungi destinasi alam, wisatawan juga dapat mengenal produk perkebunan lokal dan mencicipi kopi yang berasal dari daerah Sukabumi.
Keberadaan perkebunan dan komunitas kopi juga membuka peluang untuk mengembangkan pengalaman wisata berbasis pertanian, seperti mengenal tanaman kopi, melihat proses panen, mempelajari pengolahan biji, hingga menikmati kopi lokal.
Dengan demikian, kopi dapat menjadi salah satu cara untuk mengenal Sukabumi dari sisi yang berbeda.

Komentar Pembaca
0 tanggapan pada artikel ini
Tinggalkan Komentar
Belum Ada Komentar
Jadilah yang pertama memberikan ulasan untuk artikel ini.